Skip to content
July 20, 2010 / fian

PINDAAAAAHHHH

Halo semua! Safari Bumi pindah ke blog ini
Bagi teman-teman yang sudah menantikan kisah perjalanan Saigon yang lain, nanti lihat di link tersebut yaaaa…
Kepindahan ini bersifat permanen. Trims temans :)

Safari Bumi is safari everyday!!!

June 23, 2010 / fian

Trio ALT: Terjebak UU Pornografi

Trio ALT (Johan Sompotan/okezone)

Kasus video porno mirip trio ALT (Ariel-Luna-Tari), mau tidak mau membuat saya berkomentar juga. Gembar-gembor kasus ini di media benar-benar hebat. Apalagi jumlah media yang ada saat ini bertambah, makin serulah kasus trio ALT itu. Bahkan kita sampai lupa bahwa di Papua ada gempa dan mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Sebenarnya, jika ditilik ke belakang dan jika kita membuka mata, video porno yang diproduksi oleh orang Indonesia itu banyak sekali (akhirnya saya membuka situs porno). ingin berkomentar juga. Beberapa minggu ini di bulan Juni, kasus ini begitu digembar-Apesnya, trio ALT ini adalah publik figur yang notabene harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat. Bah! Mereka juga manusia dan masyarakat sudah bisa baik meski tanpa mereka.

Apesnya lagi, video ini tersebar di kala UU Pornografi sudah disahkan. Saya baru mengerti kenapa banyak orang menolak UU Pornografi. Pertama, dunia esek-esek adalah hal paling mendasar manusia (katanya), tanya deh sama orang yang sudah nikah, tahan nggak jika tidak esek-esek? Itu artinya UU Pornografi telah melanggar hak asasi manusia untuk melakukan esek-esek. UU Pornografi pun mencoba untuk mengatur dengan siapa kita mau esek-esek. Nanti PSK nggak laku, bang! Read more…

June 22, 2010 / fian

Saigon #2: Chu Chi Tunnel dan Cao Dai Temple

Saya anti menggunakan jasa tur, tetapi di HCMC ini saya terpaksa menggunakan jasa tour karena tempat yang ingin saya kunjungi jauh dari pusat kota HCMC. Maka saya dan Yusi sepakat untuk mengambil Sinh Tourist yang cukup terpercaya di Vietnam. Letaknya juga tidak jauh dari homestay kami, hanya 5 menit jalan kaki sudah sampai. Saya pun memberanikan diri memilih tur ini. Dalam bayangan saya, menggunakan jasa tour itu mahal dan tidak enak, apalagi jika tidak dapat tour guide yang asik.

Ternyata, banyak orang lokal pun mengambil jasa tur ini. Mereka bilang mengerikan naik motor ke Chu Chi Tunnel karena jauh, maklum tidak banyak orang yang punya mobil pribadi di HCMC. Apalagi, harga tur di sini tidak semahal di tempat lain, cukup fair untuk para turis dan orang lokal.

para jemaat memasuki Cao Dai


Read more…

June 22, 2010 / fian

Saigon #1: Ditabrak Motor dan Khô Mực

“Saigon itu seperti Jogja, jalannya sama banyak motor, rumah-rumahnya juga hampir sama,” kata seorang teman ketika saya berencana akan ke Ho Chi Minh City (HCMC), Vietnam Selatan. Percakapan itu sudah setahun yang lalu, dan bari Mei 2010 kemarin saya sempatkan sejenak untuk mempir di negaranya Uncle Ho ini.

Saigon adalah kota yang ramai, bahkan sangat ramai, dengan pengendara sepeda motor yang setengah jumlah penduduknya sendiri, yaitu 5 juta orang menggunakan sepeda motor di HCMC saja.

yusi dan titien membeli khô mực


Read more…

June 21, 2010 / fian

sartono, si pahlawan tanpa tanda jasa

Dengan mendadak, Mas Yus menelepon saya dan mengajak saya untuk bertemu dengan pencipta lagu hymne guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Saya sendiri belum memiliki bayangan sebelumnya, bahkan namanya saja saya tidak tahu. Sudah tiga puluh tahun ini lagunya diperdengarkan di sekolah-sekolah, dan dinyanyikan pada saat upacara. Tetapi, tahu tidak siapa yang menciptakan lagu hymne guru tersebut?

senyum pak tono


Read more…

April 26, 2010 / fian

suriname: bangga ber-campur sari

Pernahkah Anda dengan bangga menonton video klip campur sari? Bahkan pernahkah Anda dengan bangga menyanyikan lagu campur sari? Atau paling tidak kenal dengan Didi Kempot dan kawan-kawannya? Atau paling tidak tahu lagu Stasiun Balapan?

Bagi orang Jawa, siapa yang tidak tahu campur sari. Saya sendiri pernah berkaraoke ria di sebuah restoran Cina dengan menyanyikan lagu Didi Kempot, Stasiun Balapan, dan sangat bangga menyanyikannya. Campur sari! Lagu daerah saya sendiri. Read more…

March 8, 2010 / fian

perayaan perempuan yang ke-seratus

Seratus tahun perayaan perempuan internasional tepat pada tanggal 8 Maret 2010 ini. Saya ucapkan selamat pada perempuan-perempuan di dunia, congratulations! Hari ini ada untuk kalian semua (perempuan), bukan untuk para pria.

setara

Di Jogjakarta, hari perempuan internasional ini dirayakan dengan berbagai macam cara. Di sebuah tempat, para seniman, pemusik, penyair, penulis, dan lain sebagainya menggelar sebuah acara pembacaan puisi. Namun di tempat lain, perempuan-perempuan turun ke jalan untuk menggelar aksi, bahwa tuntutan mereka tentang kesetaraan selama 100 tahun terakhir belum dipenuhi. Bahwa banyak peraturan yang merugikan mereka, dsb, dsb.

Saya terlahir sebagai perempuan. Bahkan perempuan jaman sekarang, yang bisa selalu menggunakan celana seperti laki-laki. Mendengar kisah-kisah perempuan masa lalu, misalnya saja R.A Kartini, perempuan terkungkung oleh budaya yang patriarki, budaya yang terlalu meninggikan kaum laki-laki. Lalu apakah perempuan tidak tinggi? Tentu saja saya tidak setuju. Read more…

March 4, 2010 / fian

jejak masa kecil #2: Bahasa

Kamu orang mana? Kok logat Jawa kamu aneh?

Begitulah kata banyak teman saya. Jawa saya tidak medok, padahal saya lahir di Jogja. Saya tidak bisa berbahasa Jawa krama, karena saya tidak diajari di sekolah tentang bahasa Jawa. Jelas saya tidak diajari bahasa Jawa, karena saya dulu tidak sekolah di Jawa.

Umur tiga tahun, ayah saya membawa saya ke Belitung. Saat itu saya masih menggunakan bahasa Jawa. Namun setelah bergaul dengan teman-teman di TK dan di SD, maka bahasa saya pun berubah menjadi bahasa Melayu dengan logat Belitung.

Kata ‘kula’ jadi ‘kamek’ yang berarti ‘saya’. Kata ‘kowe’ jadi ‘mikak’ yang berarti ‘kamu’. Dan banyak kata lain yang berubah, diusia saya yang begitu belia. Read more…

February 26, 2010 / fian

jejak masa kecil #1: Belitung

Lima belas tahun yang lalu, saya meninggalkan pulau yang sekarang katanya jadi negeri Laskar Pelangi. Setelah enam tahun tinggal di sana, masa kecil saya dihabiskan di Pulau Belitung. Tepatnya di Tanjung Pandan, ketika bapak saya pertama kali ditugaskan.

Kira-kira 1989 hingga 1995 saya berada di Tanjung Pandan dan setelah lima belas tahun saya kembali ke sini untuk mengingatkan saya bahwa Belitung pernah membesarkan saya.

Saya kembali mengingat-ingat tempat-tempat yang pernah saya lalui di kota ini. Susah sekali mengingat kota ini secara untuh karena banyak sekali bangunan baru dan juga jalan baru. Jalan-jalan sudah mulai diperlebar, mobil-mobil sudah banyak yang melintas, padahal dulu cuma satu-satu. Read more…

February 19, 2010 / fian

the sacrifice(r)

Ratu Boko nampak seksi dengan mendung yang bergelayut di atasnya. Saya pertama kalinya menginjakkan kaki di keraton yang menjadi benteng pertahanan Rakai Walaing saat melawan Rakai Pikatan, sang pendiri Candi Prambanan. Saya tidak akan berkisah tentang masa lalu keraton ini, karena memang bukan porsi saya untuk menjelaskannya.

Saya ke Ratu Boko untuk melihat perngorbanan seekor kerbau albino atau kerbau bule, orang Jawa biasa menyebut. Tepat saat saya datang, ia sedang didoakan akan disembelih. Kerbau ini dikorbankan dalam prosesi meruwat negara yang ruwet.

Menurut si empunya acara ritual ini, Dewi Untari, ia harus menyembelih kerbau bule di Ratu Boko. Sudah 50 tahun Dewi menjalankan ruwatan dalam upacara Kejawen ini. Bayangkan saja berarti ia memulainya sejak kepemimpinan Soeharto, ketika negara mulai ruwet, dan hingga sekarang ini. Entah berapa banyak kerbau yang sudah dikorbankannya demi membuat bangsa menjadi lebih baik. Namun, meski sudah diruwat dan didoakan, belum juga ada perubahan. Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.